Karya ke - 53
SAEBAH
Tanggal Cipta : 3 Desember 2025
Lirik
SAEBAH lahir saat hujan deras mengguyur. Karya ini bermula dari satu baris lirik sederhana, “Hujan turun begitu derasnya”, yang kemudian disusul sebuah humming yang membuka alur melodi. Dari humming tersebut, melodi berkembang secara spontan menjadi bait dan mulai membentuk sebuah cerita. Kisah seorang teman yang berada di samping saat proses penciptaan turut memberi arah pada cerita lagu ini. Dalam prosesnya, nama yang digunakan di dalam lagu juga sempat diperdebatkan. Beberapa nama seperti Serlya, Rania, dan Syafira sempat menjadi pilihan, tetapi akhirnya suara dan ritme lagu justru membawa kembali pada nama Saebah, karena terasa paling pas secara musikal dan emosional. Bagian lirik seperti “kau undang aku di pernikahanmu” memang terasa tajam dan memiliki kejanggalan tersendiri. Namun justru bagian tersebut memberikan pukulan emosional pada cerita, memperkuat rasa dikhianati dan kehilangan yang menjadi inti lagu. SAEBAH bukan sekadar curahan hati pribadi. Lagu ini merupakan perpaduan antara suasana hujan, kebersamaan, proses spontan dari humming, serta konflik kecil dalam menentukan sebuah nama. Semua momen tersebut akhirnya menyatu menjadi sebuah kisah cinta yang pahit namun tetap terasa otentik.
Catatan Pencipta: Lahir spontan dari humming saat hujan.
Comments
Post a Comment