Karya ke - 103

Pesan Terakhir

Pencipta : Indra Yansyah
Tanggal Cipta : 17 Agustus 2026

Lirik

Verse 1
Aku masih ingin di sini Menjagamu tiap hari Aku masih ingin kau tahu Hatiku selalu untukmu Aku pegang semua janji Yang pernah daku beri Tapi malam ikut bicara Ada yang tak bisa ku jaga
Verse 2
Aku tahu kau pantas dapat Cinta yang utuh dan tepat Bukan aku yang sering lelah Bukan aku yang sering kalah Aku takut saat kau menunggu Dan aku tak sanggup maju Aku takut saat kau bersandar Aku justru tak bisa benar
Pre-Chorus
Kalau nanti aku tak ada Di sampingmu seperti biasa Jangan kau kira aku tak cinta Aku cuma ingin kau bahagya
Chorus
Aku cintaimu, kau dengar itu Aku cintaimu, sungguh-sungguh Kalau aku tak bisa menjagamu Aku lepaskan demi hidupmu Biar kau bahagia, sang kekasih Biar kau tertawa, bukan menangis Aku cintaimu, itu tetap Walau aku harus menjauh
Bridge
Berat rasanya bayangin itu Lihat kau pergi dari hadapku Tapi kalau itu yang terbaik Aku tahan, walau hati perih Aku tak mau jadi sebab Air matamu jatuh lagi Kalau ada tangan yang lebih kuat Biarlah dia jaga kau nanti
Final Chorus
Aku cintaimu, kau dengar itu Aku cintaimu, sungguh-sungguh Kalau aku tak bisa menjagamu Aku lepaskan demi hidupmu Biar kau bahagia, sang kekasih Biar kau tertawa, bukan menangis Aku cintaimu, itu tetap Walau aku harus menjauh Aku cintaimu, kau dengar itu Aku cintaimu, sungguh-sungguh Kalau bukan aku yang mendampingimu Semoga dia yang mampu smoga kau bahagia, sang kekasih Itu do'a terakhir dariku Aku cintaimu, itu tetap Meski tak lagi di sampingmu

Pesan Terakhir merupakan lagu tentang seseorang yang masih memiliki cinta, tetapi mulai menyadari bahwa dirinya mungkin tidak mampu memberikan kehidupan dan kebahagiaan yang layak bagi orang yang dicintainya. Ia masih ingin menjaga, masih memegang janji, dan masih memiliki rasa yang sama, namun di saat yang bersamaan muncul ketakutan bahwa keberadaannya justru membuat orang tersebut terus menunggu dan terluka. Lagu ini menggambarkan pergulatan antara keinginan untuk tetap bertahan dan keputusan untuk melepaskan. Bukan karena rasa cinta telah hilang, melainkan karena ia ingin orang yang dicintainya memiliki kesempatan untuk menemukan seseorang yang mampu mendampingi dan menjaganya dengan lebih baik. Pada akhirnya, kepergian menjadi bentuk pengorbanan yang paling berat. Ia memilih menahan rasa sakitnya sendiri daripada menjadi alasan bagi orang yang dicintainya untuk terus menangis. Pesan Terakhir adalah ungkapan bahwa cinta tetap bisa ada meskipun seseorang tidak lagi berada di samping kita—dan doa terakhirnya hanyalah agar sang kekasih dapat menemukan kebahagiaan.

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Karya Lagu

Karya ke - 1

Karya ke - 3