Cerita Naratif Islami

Saat Pohon Sujud

🌳 Saat Pohon Sujud

Ini adalah sebuah cerita fiksi. Namun, bayangkan jika angin malam membawa rahasia, dan pohon-pohon di halaman rumah bisa menunduk seperti sedang bersujud…

Aku duduk di teras rumah. Sore itu angin bertiup kencang, tapi bukan sekadar hembusan biasa. Dari kejauhan, deretan pohon—kelapa, pinang, dan beberapa pohon besar di halaman belakang—bergerak dengan ritme aneh. Batang-batang itu menunduk perlahan, daun-daun bergoyang mengikuti gerakan rukuk dan sujud, seolah ada tangan tak terlihat yang memperagakan shalat.

Sunyi tiba-tiba menyelimuti halaman. Teman-temanku asyik bermain catur, tapi mataku terpaku. Hati ini berdetak cepat, antara takut dan kagum. Setiap helaan angin terdengar seperti takbir, setiap getaran daun seperti bisikan doa. Rasanya seperti dunia berhenti sejenak, dan aku menjadi saksi dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.

Awalnya aku mengira itu cuma bayangan atau imajinasi. Tapi satu demi satu, batang pohon menunduk semakin dalam. Ada kesadaran hidup di sana, seakan alam sedang berdoa. Aku diam, menahan napas, menyadari bahwa manusia sering lupa: napas dan alam pun adalah doa.

Aku berlari ke dalam rumah, membangunkan orang tuaku. Mereka menatap jendela, lalu tersenyum dan berkata: “Ah, paling cuma angin. Pohonnya cuma mau tumbang.”

Tapi aku tahu, apa yang kulihat bukanlah angin biasa. Ada sesuatu yang lebih—ritme alam, kesadaran yang halus, sebuah pengingat dari Sang Pencipta.

Aku kembali ke teras, berdiri di tengah hujan rintik dan angin yang berbisik. Pohon-pohon tegak menunduk, batang dan akar menjadi sajadah, riuh angin seperti takbir, menggetarkan dada dan jiwa. Sunyi yang menenangkan menyelimuti, dan aku terdiam—takut sekaligus kagum. Air mataku jatuh bersama hujan, seakan bumi ikut berzikir.

Kini kutahu, tidak ada yang diam di dunia ini—segala ciptaan hidup dalam sujud. Manusia sering lupa, tapi alam selalu mengingatkan: setiap napas, setiap getaran, setiap helaan angin adalah doa dan pengabdian.

Wahai Sang Pencipta, tiada yang tersembunyi dari-Mu. Pohon-pohon, daun, dan akar semuanya tunduk pasrah, mengajarkan kita hikmah kehidupan: diam itu bukan berarti tak berarti, dan setiap gerakan dalam ketundukan membawa kedamaian. Dalam kesadaran itu, aku menemukan pelajaran yang sederhana tapi mendalam—untuk bersyukur, pasrah, dan menghormati setiap ciptaan-Mu.


© 2025 Indra Yansyah | Semua hak cipta dilindungi.

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Karya Lagu

Karya ke - 1

Karya ke - 3