Karya ke - 12
Leha (Kenangan yang Menyakitkan 2)
Lagu ini aku ciptakan karena masih mengingat orang yang sama seperti pada lagu
Kenangan yang Menyakitkan (Karya 11).
Nuansanya tetap sama: mencoba melupakan kenangan pahit. Namun kali ini, sosok Leha aku ibaratkan seperti kucing yang tak bertuan—manja dan disayangi, tetapi akhirnya menghilang, meninggalkan luka dan rasa kehilangan.
Leha masih kah kau ingat
Saat pertama ku kenal dirimu
Kau malu-malu kepadaku
Bagaikan udang di balik batu
Saat pertama ku kenal dirimu
Kau malu-malu kepadaku
Bagaikan udang di balik batu
Leha setelah kau dapatkan ku
Kini kau permainkan perasaanku
Kau tancapkan duri-duri cinta
Membuatku merana
Kini kau permainkan perasaanku
Kau tancapkan duri-duri cinta
Membuatku merana
Harus bagaimana aku lupakan
Segala kenangan yang begitu menyakitkan
Kau datang padaku
Bagaikan kucing tak bertuan
Kumanja dan slalu ku sayang
Kini engkau menghilang
Segala kenangan yang begitu menyakitkan
Kau datang padaku
Bagaikan kucing tak bertuan
Kumanja dan slalu ku sayang
Kini engkau menghilang
Lagu ini menceritakan perjalanan emosional dari cinta yang awalnya indah menjadi penderitaan akibat pengkhianatan. Tokoh utama merasa disayangi dan dimanja, tetapi berakhir dengan kehilangan, menimbulkan luka yang mendalam. Lirik menunjukkan konflik batin antara memaafkan dan merelakan, serta refleksi emosional terhadap perilaku Leha.
Comments
Post a Comment