Karya ke - 18
Air Mata Jadi Saksi
Lagu ini lahir dari perasaan yang mendalam, ketika mencoba menerima kenyataan bahwa seseorang yang dicintai telah bahagia bersama orang lain. Meski hati terasa hancur dan luka begitu perih, aku ingin mengekspresikan keikhlasan dalam mencintai—bahwa melepas bukan berarti menyerah, melainkan wujud cinta yang tulus dan tanpa syarat.
Inspirasi lagu ini muncul saat aku mengenang Leha, sosok yang pernah begitu dekat dan meninggalkan kenangan manis sekaligus pahit. Meski hubungan itu telah usai, bayangan dan perasaan terhadapnya tetap membekas, menjadi pengingat bahwa cinta sejati kadang hadir dengan pengorbanan dan kesabaran yang besar.
Aku menulis lagu ini sambil merenung, meneteskan air mata sebagai saksi atas perjalanan emosional itu. Lagu ini menjadi refleksi tentang keberanian menerima kenyataan, menahan perih, dan tetap mendoakan kebahagiaan orang yang dicintai, meski harus terluka sendiri.
Inspirasi lagu ini muncul saat aku mengenang Leha, sosok yang pernah begitu dekat dan meninggalkan kenangan manis sekaligus pahit. Meski hubungan itu telah usai, bayangan dan perasaan terhadapnya tetap membekas, menjadi pengingat bahwa cinta sejati kadang hadir dengan pengorbanan dan kesabaran yang besar.
Aku menulis lagu ini sambil merenung, meneteskan air mata sebagai saksi atas perjalanan emosional itu. Lagu ini menjadi refleksi tentang keberanian menerima kenyataan, menahan perih, dan tetap mendoakan kebahagiaan orang yang dicintai, meski harus terluka sendiri.
Ku lihat dirimu berjalan dengannya
Tersenyum mesra seolah bahagia
Hancur hatiku tak berdaya
Saat kau bercumbu dengannya
Tersenyum mesra seolah bahagia
Hancur hatiku tak berdaya
Saat kau bercumbu dengannya
Ku hanya bisa menahan luka
Melihat dirimu bersama dia
Meski hatiku penuh derita
Ku terima dengan lapang dada
Melihat dirimu bersama dia
Meski hatiku penuh derita
Ku terima dengan lapang dada
Biarlah semua aku terima
Aku pun rela asalkan kau bahagia
Biarlah kini aku yang terluka
Aku ikhlaskan kau bersamanya
Ku kan bertahan walau menyakitkan
Air mataku menjadi saksi
Saat kau tinggal pergi
Aku pun rela asalkan kau bahagia
Biarlah kini aku yang terluka
Aku ikhlaskan kau bersamanya
Ku kan bertahan walau menyakitkan
Air mataku menjadi saksi
Saat kau tinggal pergi
Tak mampu ku menahan perih
Saat cintamu hilang dariku
Namun ku selalu mendoakanmu
Bahagiamu tetap utuh
Saat cintamu hilang dariku
Namun ku selalu mendoakanmu
Bahagiamu tetap utuh
Biarlah semua aku terima
Aku pun rela asalkan kau bahagia
Biarlah kini aku yang terluka
Aku ikhlaskan kau bersamanya
Ku kan bertahan walau menyakitkan
Air mataku menjadi saksi
Saat kau tinggal pergi
Aku pun rela asalkan kau bahagia
Biarlah kini aku yang terluka
Aku ikhlaskan kau bersamanya
Ku kan bertahan walau menyakitkan
Air mataku menjadi saksi
Saat kau tinggal pergi
Aku rela… meski harus terluka
Lagu ini bercerita tentang cinta yang tersayat luka namun tetap penuh keikhlasan. Tokoh utama melihat orang yang dicinta bahagia dengan yang lain, sementara dirinya menanggung perih sendirian. Air mata menjadi saksi bisu pengorbanan cinta yang tulus. Lagu ini menggambarkan keberanian mencintai tanpa syarat, di mana melepas bukan karena menyerah, tetapi sebagai wujud cinta sejati.
Comments
Post a Comment