Karya ke - 22

Biarkan Aku Sendiri

Ciptaan: Indra Yansyah

Tanggal: 28 September 2025

Lagu ini masih memiliki keterkaitan erat dengan dua karya sebelumnya, Bintang untuk Rembulan dan Namira Kesayanganku. Lagu ini lahir sebagai kelanjutan dari perjalanan emosional yang diceritakan dalam Bintang untuk Rembulan dan Namira Kesayanganku. Setelah sekian lama berjuang untuk menjaga dan meyakinkan Namira, aku mulai merasakan konflik batin ketika ada rasa ragu dan cobaan yang datang. Lagu ini mengekspresikan frustasi dan keikhlasan—meski hati ingin memiliki, terkadang cinta harus dilepas untuk menghormati kenyataan. Dalam menulis Biarkan Aku Sendiri, aku merenung tentang perjuangan, pengorbanan, dan rasa sakit yang dialami saat menghadapi batas-batas dalam cinta. Lagu ini merefleksikan fase ketika harus membiarkan Namira berkembang dan bahagia tanpa tekanan, sambil tetap menyimpan cinta di hati, menjadi bukti bahwa ketulusan cinta sejati terkadang berarti merelakan.

Ku tanam benih cinta di hati
Ku siram dengan kasih sejati
Namun badai datang menghampiri
Merobohkan semua mimpi

Ku coba untuk bangkit kembali
Menata puing yang terserpi
Namun pedih terus mendera
Raga ini tak berdaya

Segala cara kucoba untuk miliki dirimu
Ku tak tahu salahku
Mengapa kita tak menyatu

Akankah cinta ini
Terpendam di dalam hati
Ku biarkan engkau pergi
Dan biar ku sendiri

Lagu ini adalah ungkapan frustasi dan keikhlasan melepas cinta yang tidak bisa dipenuhi, walaupun hati penuh usaha dan harapan. Lagu ini melukiskan perjuangan emosional, pengorbanan, dan penerimaan terhadap kenyataan pahit.

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Karya Lagu

Karya ke - 1

Karya ke - 3