Karya ke - 42
Kenangan yang Tak Pergi
Lagu ini lahir saat aku sedang menyanyikan lagu “Kenangan yang Menghantui”, dan tiba-tiba inspirasi baru muncul. Sementara suara dan melodi lama bergema, bayangan kenangan masa lalu hadir begitu kuat, membawaku menulis lirik baru.
Kenangan itu seakan menghantui malam-malam sunyi, dan dari situ terciptalah “Kenangan yang Tak Pergi” — ungkapan tentang rindu yang tak bisa dilupakan, walau waktu terus berjalan. Lagu ini menjadi refleksi spontan dari pengalaman pribadi, menyatukan nostalgia, rasa sakit, dan keindahan emosi yang masih tersisa.
Kenangan itu seakan menghantui malam-malam sunyi, dan dari situ terciptalah “Kenangan yang Tak Pergi” — ungkapan tentang rindu yang tak bisa dilupakan, walau waktu terus berjalan. Lagu ini menjadi refleksi spontan dari pengalaman pribadi, menyatukan nostalgia, rasa sakit, dan keindahan emosi yang masih tersisa.
[Verse 1]
Malam ini kembali sepi
Tiada Suara selain nafas sendiri
Ku buka laci lama yang berdebu
Menemukan surat yang tak pernah ku kirim
[Verse 2]
Sembilan tahun berlalu
Namun namamu masih utuh di kertas kuning
Tak ku sentuh tapi tak ku buang
Setiap malam kau datang tanpa permisi
[Chorus]
Mengapa kau tak pergi?
Masih bertahan di sini
Menyulam luka yang tak kunjung kering
Kuberlari, kau tetap di ujung jalan
Tentang dirimu
[Verse 3]
Andai ingatan bisa kubakar
Seperti daun kering di musim gugur
kau takkan lagi tinggal
di sudut pikiran
Yang Tak ku sentuh
Tak Ingin lagi kau datang halangi
[Chorus]
Mengapa kau tak pergi?
Masih bertahan di sini
Menyulam luka yang tak kunjung kering
Kuberlari, kau tetap di ujung jalan
Tentang dirimu
[Bridge]
Kadang kuharap waktu salah hitung
Dan kau bukan yang kuingat
Tapi bayangan itu nyata
Menyentuh kulit, mengganggu napas
[Chorus]
Mengapa kau tak pergi?
Masih bertahan di sini
Menyulam luka yang tak kunjung kering
Kuberlari, kau tetap di ujung jalan
Tentang dirimu
[Outro]
Andai ingatan bisa kubuang
Kau takkan lagi tinggal
Di relung yang tak kusentuh
Tak ingin lagi...
Terkenang dirimu
Comments
Post a Comment