Karya ke - 66

Syair di Ujung Hari - Indra Yansyah

Syair di Ujung Hari

Pencipta: Indra Yansyah
Tanggal Cipta: 24 Februari 2026
“Syair di Ujung Hari” adalah perenungan tentang ambisi yang terlalu riuh, tentang langkah yang sibuk mengejar dunia hingga lupa arah pulang. Di ujung hari, saat malam menjadi cermin, lagu ini mengajak kembali menatap diri — menyadari kelalaian, merapikan retak, dan mengingat bahwa ada Yang Maha Menghitung di atas segala hitungan manusia.
Verse 1
Berapa fajar kulepas tanpa nama Mata terbuka, jiwa masih terpejam Kupahat ambisi di dinding hari Namun arah kompas retak dalam diam Langkahku riuh di pasar dunia Menawar mimpi sampai lupa pulang Kupeluk bayang-bayang pujian Sementara cahaya kutinggal di belakang
Chorus
Berapa banyak yang terlalaikan Hingga hati menjadi asing Aku menghitung segala kehilangan Namun lupa pada Yang Maha Menghitung
Verse 2
Jam berputar seperti saksi tua Mencatat jeda yang tak kusadari Doa-doa gugur sebelum sampai Karena lisanku sibuk memuji diri Kukejar langit dengan tangan kosong Menanam bangga di ladang debu Sementara sunyi berbisik pelan “Yang kau cari, sejak dulu mencarimu”
Chorus
Berapa banyak yang terlalaikan Hingga hati menjadi asing Aku menghitung segala kehilangan Namun lupa pada Yang Maha Menghitung
Bridge
Jika malam adalah cermin Biarlah gelap memantulkan wajahku Agar retak ini bersujud Dan debu di dahi kembali menjadi rindu
Chorus
Berapa banyak yang terlalaikan Hingga hati menjadi asing Aku menghitung segala kehilangan Namun lupa pada Yang Maha Menghitung

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Karya Lagu

Karya ke - 1

Karya ke - 3