Karya ke - 104

Maafkan Aku

Pencipta : Indra Yansyah
Tanggal Cipta : 18 Agustus 2026

Lirik

Verse
Kita t'lah lama bersama Melewati hari penuh cerita Namun kini ada yang berbeda Terlalu lama ku takut kau menderita
Chorus 1
Maafkan aku Jika tak mendampingi Jangan tunggu aku Sampai kau terluka Carilah bahagia Dengan seseorang Yang bisa menjagamu Lebih baik dariku
Chorus 2
Maafkan aku Jika tak mendampingi Jangan tunggu aku Sampai kau terluka Temukan bahagiamu Dengan seseorang Yang bisa menjagamu Dan mencintaimu
Puisi
Namira Kesayanganku... Jika nanti langkahku, tak lagi berjalan di sampingmu, jangan anggap semua yang kita lalui, sebagai sesuatu yang sia-sia. Aku hanya takut, waktu yang terlalu lama, akan membuatmu kehilangan kesempatan, untuk bahagia.... Maaf... jika pada akhirnya.. aku memilih pergi... bukan karena berhenti mencintaimu, tapi karena aku, tak ingin cintaku menjadi alasan kau terus menunggu. Namira Kesayanganku... Maafkan aku. Mungkin ini pesan terakhirku, yang ingin kusampaikan kepadamu. Kalau suatu hari... kau menemukan seseorang. yang mampu, menggenggam tanganmu, tanpa membuatmu ragu, jangan takut untuk menerimanya. Jangan merasa bersalah, karena telah melupakanku. Sebab yang paling kuinginkan, bukan kau terus mengenangku, bukan kau terus menungguku, melainkan kau baik-baik saja, meski aku tak lagi menjadi bagian dari hidupmu. Jika ini benar pesan terakhirku, semoga kau mengerti... Aku pergi, bukan untuk menghapus cinta, aku hanya ingin, melihatmu bahagia.
Tanggal Puisi: 07/07/2026

Maafkan Aku memiliki konsep yang sejalan dengan Pesan Terakhir, yaitu tentang seseorang yang masih mencintai tetapi memilih untuk melepaskan demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Namun, lagu ini membawa sudut perasaan yang lebih menekankan pada permohonan maaf. Di dalam liriknya terdapat rasa bersalah karena tidak mampu terus mendampingi, sekaligus kekhawatiran bahwa penantian yang terlalu lama justru akan membuat orang yang dicintai kehilangan kesempatan untuk menemukan kebahagiaannya. Karena itu, permintaan maaf menjadi inti dari seluruh ungkapan dalam lagu ini. Puisi yang menjadi bagian dari karya ini sebenarnya telah diciptakan lebih dahulu pada 7 Juli 2026. Ketika lirik Maafkan Aku dibuat, isi dan suasana liriknya ternyata sangat cocok untuk diselingi dengan puisi tersebut sehingga puisi ini akhirnya menjadi bagian dari karya. Ada cerita pribadi di balik puisi tersebut. Pada tanggal 7 Juli 2026, penulis sebenarnya ingin membacakan puisi itu secara langsung kepada orang yang dicintainya. Namun ketika hendak membacakannya, ia tidak sanggup menahan air mata. Ia kemudian memilih untuk menawarkan mengirimkan teksnya saja melalui pesan. Percakapan singkat tersebut menjadi bagian dari kisah di balik puisi ini:

7/7 20.21 — Indra Yansyah:
“Ay boleh aku baca puisi gak😁 tapi jgn d post kemana² ckup kamu aja yg denger πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»”

7/7 20.22 — MIRAπŸ’–:
“Monggo”

7/7 20.49 — Indra Yansyah:
“Maaf ya ay gak sanggup aku bacain puisinyaπŸ˜ŠπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»
Aku kirim teks aja gak papa kan?”

Namun pada akhirnya, teks puisi tersebut tidak pernah benar-benar dikirimkan kepadanya. Karena itu, puisi ini bukan hanya menjadi bagian dari lagu, tetapi juga menyimpan sebuah momen pribadi yang pernah terjadi dan sebuah pesan yang pada saat itu belum mampu disampaikan secara langsung. Maafkan Aku pada akhirnya menjadi karya yang memadukan lirik dengan puisi yang telah lebih dahulu lahir dari sebuah perasaan nyata. Permohonan maaf di dalamnya bukan sekadar kata-kata, melainkan bagian dari perjalanan perasaan yang pernah benar-benar dialami penulis.

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Karya Lagu

Karya ke - 1

Karya ke - 3