Karya ke - 104
Maafkan Aku
Tanggal Cipta : 18 Agustus 2026
Lirik
Maafkan Aku memiliki konsep yang sejalan dengan Pesan Terakhir, yaitu tentang seseorang yang masih mencintai tetapi memilih untuk melepaskan demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Namun, lagu ini membawa sudut perasaan yang lebih menekankan pada permohonan maaf.
Di dalam liriknya terdapat rasa bersalah karena tidak mampu terus mendampingi, sekaligus kekhawatiran bahwa penantian yang terlalu lama justru akan membuat orang yang dicintai kehilangan kesempatan untuk menemukan kebahagiaannya. Karena itu, permintaan maaf menjadi inti dari seluruh ungkapan dalam lagu ini.
Puisi yang menjadi bagian dari karya ini sebenarnya telah diciptakan lebih dahulu pada 7 Juli 2026. Ketika lirik Maafkan Aku dibuat, isi dan suasana liriknya ternyata sangat cocok untuk diselingi dengan puisi tersebut sehingga puisi ini akhirnya menjadi bagian dari karya.
Ada cerita pribadi di balik puisi tersebut. Pada tanggal 7 Juli 2026, penulis sebenarnya ingin membacakan puisi itu secara langsung kepada orang yang dicintainya. Namun ketika hendak membacakannya, ia tidak sanggup menahan air mata. Ia kemudian memilih untuk menawarkan mengirimkan teksnya saja melalui pesan.
Percakapan singkat tersebut menjadi bagian dari kisah di balik puisi ini:
7/7 20.21 — Indra Yansyah:
“Ay boleh aku baca puisi gakπ tapi jgn d post kemana² ckup kamu aja yg denger ππ»ππ»”
7/7 20.22 — MIRAπ:
“Monggo”
7/7 20.49 — Indra Yansyah:
“Maaf ya ay gak sanggup aku bacain puisinyaπππ»ππ»
Aku kirim teks aja gak papa kan?”
Namun pada akhirnya, teks puisi tersebut tidak pernah benar-benar dikirimkan kepadanya. Karena itu, puisi ini bukan hanya menjadi bagian dari lagu, tetapi juga menyimpan sebuah momen pribadi yang pernah terjadi dan sebuah pesan yang pada saat itu belum mampu disampaikan secara langsung.
Maafkan Aku pada akhirnya menjadi karya yang memadukan lirik dengan puisi yang telah lebih dahulu lahir dari sebuah perasaan nyata. Permohonan maaf di dalamnya bukan sekadar kata-kata, melainkan bagian dari perjalanan perasaan yang pernah benar-benar dialami penulis.
Comments
Post a Comment