Sejarah Karya Lagu Indra Yansyah
Ciptaan: Indra Yansyah
Tahun: Mei 2016
Lagu ini diciptakan saat aku masih duduk di bangku SMP. Waktu itu aku sedang patah hati—ditolak tiga kali oleh cewek yang ternyata setiap kali menolak, selalu sudah punya pacar baru. Alasan klasiknya “fokus belajar”, tapi fokusnya ternyata bukan ke pelajaran, melainkan ke cowok lain. Dari rasa sakit itulah lagu ini lahir. Saat aku menulisnya, aku menumpahkan semua kepedihan dan kekecewaan yang aku rasakan. Setiap kata dalam liriknya seperti luka yang kulukis sendiri, dan aku berharap suatu hari bisa menyembuhkan diri dari kenangan pahit itu.
Lirik:
Di saat ini aku sendiri
Tiada yang menemani di sini
Hanya air mata yang tersimpul
Jatuh berderai basahi pipi
Teringat semua kenangan masa lalu
Yang pahit sekali, perih di hati
Sampai saat ini ku menyimpan semua kenangan pedihku
Tak mampu menahan perih ini
Bila teringat dirimu yang dahulu
Yang pernah menusuk relung hati
Menggoreskan luka di hati
Tak sanggup menanggung beban ini
Bila terkenang dirimu yang dulu
Yang pernah tancapkan duri cinta
Membuat luka di hati ini
Ciptaan: Indra Yansyah & Febrian (Ian Katul)
Tahun: Mei 2016
Lagu ini masih tentang orang yang sama seperti di “Kenangan Pedihku”. Bedanya, di sini aku menulis seolah-olah aku pernah memilikinya, dan kehilangan itu karena kesalahanku sendiri. Saat menulisnya, aku mencoba memahami rasa kehilangan dari sudut pandang yang berbeda—bukan sekadar sakit hati, tapi juga penyesalan dan kesadaran bahwa terkadang cinta pergi karena aku sendiri yang tidak cukup baik.
Lirik:
Mungkin aku tahu kau pergi karena salahku
Dan mungkin aku tahu semua ini karena ku
Maafkanlah semua yang telah aku lakukan
Yang membuat dirimu terluka
Maafkan aku
Mungkin kau tak lagi ku miliki
Karena kau tlah pergi dari hati
Tinggalkan diriku
Dan semua mimpiku
Yang sempat tertunda
Ciptaan: Indra Yansyah
Tahun: 4 Mei 2023
Lagu ini aku tulis karena rasa takut kehilangan seseorang yang kucintai. Saat menulisnya, aku membayangkan jika orang itu benar-benar pergi, aku akan merasakan kehampaan yang sangat dalam. Lagu ini lahir dari rasa cemas dan harapan yang bercampur—aku ingin dia tetap ada di sisiku, tapi aku sadar aku tidak bisa memaksanya.
Lirik:
Jangan pernah pergi tinggalkan diriku
Di sini aku kan selalu rindu kamu
Jangan pernah menjauh di sisiku
Kekasih
Takkan ada lagi selain dirimu
Yang menyayangi setulus hatimu
Ku tak ingin kau pergi tinggalkan diriku
Sendiri
Karna kamulah satu-satunya
Ciptaan: Indra Yansyah
Tercipta: 24 Oktober 2023
Lagu ini aku tulis saat membayangkan momen pernikahan. Impianku, suatu saat aku bisa menyanyikan lagu ini di hari bahagia itu sendiri. Setiap kata yang kutulis adalah janji dan harapan yang ingin aku ucapkan kelak, seakan menyatukan impian cinta dan kesetiaan menjadi satu.
Lirik:
Engkau pujaan hati
Yang selalu kunanti
Kehadiran dirimu
Di dalam hidupku
Kini tiba saatnya
Kita akan bersama
Menjalin mahligai cinta
Untuk selama-lamanya
Ku ikrarkan janji suci
Kepadamu sang kekasih
Di hadapan orang tua
Ku berjanji
Ku takkan meninggalkanmu
Sampai maut menjemputku
Kupastikan ku kan selalu menjagamu
Deskripsi:
“Ikrar Suci” menggambarkan janji dua insan yang bertekad untuk bersama selamanya. Dengan lirik yang tulus, lagu ini memancarkan kehangatan, kesetiaan, dan cinta yang abadi hingga akhir hayat.
Ciptaan: Indra Yansyah
Awal tercipta: Oktober 2023
Disempurnakan: 21 Juni 2025
Awalnya lagu ini hanya memiliki bagian chorus saja. Tapi di tahun 2025, setelah mengalami kisah nyata dengan seseorang yang pergi tanpa pamit dan ternyata mendua, aku menyelesaikan seluruh liriknya dengan perasaan yang benar-benar dalam. Aku menulis lagu ini sambil menenangkan hati yang terluka, mencoba menerima kenyataan pahit, dan belajar ikhlas melepaskan.
Lirik:
Verse 1
Tak pernah kusadari
Kini kau telah pergi
Meninggalkan ku sendiri
Sakitnya hati ini
Verse 2
Tak pernah ku menduga
Kau tega tuk mendua
Janjimu tuk setia
Hanyalah tipu belaka
Chorus
Kubiarkan air mata ini
Mengalir membasahi pipi
Ku relakan engkau pergi
Tinggalkan aku sendiri
Ku ikhlaskan engkau bersamanya
Walau batin ini tersiksa
Sakit hati dan kecewa
Karna kau telah mendua
Deskripsi:
“Saat Kau Mendua” menggambarkan luka karena pengkhianatan cinta. Lagu ini menyentuh sisi terdalam dari rasa kecewa dan kehilangan, tetapi juga mengajarkan arti keikhlasan: bahwa melepaskan bukan berarti kalah, melainkan bukti cinta yang tulus meski harus terluka.
- Terlena (Kembali Padamu)
Ciptaan: Indra Yansyah
Tercipta: Oktober 2023
Direvisi: 27 Agustus 2025
Lagu ini tentang perenungan diri. Aku menulisnya ketika merasa sudah terlalu terlena dengan dunia dan mulai jauh dari jalan yang benar. Dalam proses menulis, aku benar-benar menengok ke dalam hati, menyadari kesalahan dan dosa-dosa yang selama ini aku abaikan, serta betapa aku rindu untuk kembali ke jalan yang benar.
Lirik:
Di keheningan malam aku sendiri
Meratapi yang telah kujalani
Kini kusadari bahwa selama ini
Ku telah jauh dari-Mu, Robbi
Tuhan aku tersesat
Di dalam dunia penuh maksiat
Chorus 1
Telah lama ku terjebak dalam dunia
Yang penuh dosa dan penuh nestapa
Tanpa secercah cahaya tuk terangi jalanku
Ku terlena…
Chorus 2 (Sambungan)
Kini aku memohon ampunan-Mu
Ya Rabbi, hapuskan segala dosaku
Sungguh hatiku menyesali semua salahku
Maafkanlah…
- MATRE (Masih Adakah anTREan)
Ciptaan: Indra Yansyah
Tanggal tercipta: 13 Juli 2025 (awal ide hanya bagian chorus)
Disempurnakan: 27 Oktober 2025 (setelah improvisasi lagu “Kenangan Pedihku”)
Lagu ini awalnya hanya tercipta bagian chorus saat aku ingin mengekspresikan kekecewaan terhadap cinta yang palsu. Kemudian, ketika mencoba improvisasi lagu lama “Kenangan Pedihku,” tanpa sengaja lahirlah lirik lengkap untuk lagu ini. “MATRE (Masih Adakah anTREan)” menggambarkan realita cinta zaman sekarang yang sering terjebak dalam kepalsuan dan materialisme. Aku menulisnya sambil tersadar betapa banyak orang hanya menginginkan yang instan, bukan yang tulus dari hati.
Lirik:
[Verse 1]
Di saat ini aku sendiri
Tiada kekasih yang menemani hariku
Sungguh hariku begitu kelabu
Tanpa seorang ada di sisiku
[Pre-Chorus 1]
Mengapa tak seperti yang kuharap
[Chorus]
TERNYATA WANITA SEKARANG!
CINTANYA GAK BENERAN!
Cintanya hanya karena uang
Dan juga perempuan
Ingin kebahagiaan
Bahagianya bila ada uang
[Verse 2]
Ingin diriku miliki seorang kekasih
Yang baik hati dan juga pengertian
Masih adakah yang menerimaku
Tulus apa adanya
[Pre-Chorus 2]
Mengapa tak seperti yang kumau
[Chorus II]
TERNYATA WANITA SEKARANG!
CINTANYA GAK BENERAN!
Cintanya hanya karena uang
Dan juga perempuan!
Ingin kebahagiaan
Bahagianya bila ada uang
[Bridge]
Di antrean cinta yang panjang
Kuselipkan namaku yang tak berharga
Menunggu jawaban yang tak kunjung datang
Dari hati yang hanya melihat angka
[Final Chorus]
TERNYATA WANITA SEKARANG!
CINTANYA GAK BENERAN!
Cintanya hanya karena uang!
Dan juga perempuan
Ingin kebahagiaan
Bahagianya bila ada uang!
Bahagianya bila ada uang!
[Outro]
Bahagianya… bila ada uang…
Ciptaan: Indra Yansyah
Date: 2 Juli 2025
Lagu ini menggambarkan rasa kagum mendalam pada seseorang yang begitu indah dan sempurna, namun terasa mustahil untuk dimiliki. Perasaan itu hanya bisa tersimpan dalam angan, menjadi khayalan yang indah sekaligus menyakitkan. Aku menulis lagu ini sambil mengingat seorang gadis yang begitu anggun, namun tak mungkin untuk kumiliki karena hubungan keluarga dan realita yang ada.
Lirik:
Saat ku memandangimu
Kulihat indahnya wajahmu
Inginku miliki dirimu
Tapi ku rasa tak mampu
Memiliki dirimu
Hanyalah sebatas anganku
Jika ku miliki dirimu
Kupastikan bahagiakan kamu
Tapi semuanya halu
Tak mungkin bisa kumiliki kamu
Yang begitu anggun di hatiku
Apakah mungkin kumiliki kamu
Kamu yang seperti ratu
Deskripsi Lirik:
“Sebatas Anganku” adalah lagu yang menggambarkan rasa kagum mendalam pada seseorang yang begitu indah dan sempurna, namun terasa mustahil untuk dimiliki. Perasaan itu hanya bisa tersimpan dalam angan, menjadi khayalan yang indah sekaligus menyakitkan. Dengan nuansa melankolis, lagu ini cocok untuk mereka yang pernah merasakan cinta diam-diam atau kagum yang tak tersampaikan.
- Selalu Menjagamu
- Terombang-ambing
- Kenangan yang Menyakitkan
- Leha (Kenangan yang Menyakitkan 2)
- Ku Relakan
- Dirimu Sangat Berarti
- Kini Ku Sendiri
- Sampai Mati
- Izinkan Aku (Kembali Padamu)
- Air Mata Jadi Saksi
- Kenangan yang Menghantui
- Bintang untuk Rembulan
- Namira Kesayanganku
- Biarkan Aku Sendiri
- Malam Gelap
24. Harus Berdiri
Lagu tentang perjalanan menemukan kekuatan dalam diri sendiri setelah patah hati. Liriknya menceritakan tentang merelakan kepergian seseorang yang dicintai, meski terasa sakit. Semoga lagu ini bisa menjadi teman bagi kalian yang sedang berjuang untuk bangkit!
[Instrumental intro]
Verse 1
Hujan rintik-rintik basahi bumi
Hatiku sakit saat kau melangkah pergi
Kini ku sendiri di dalam sunyi
Hanya dingin yang menemani
Verse 2
Rindunya aku hangat pelukmu
Yang tenangkan aku saat gundahku
Kini kau tlah pergi tinggalkan diriku
Tinggalkan bayang semu
Pre-Chorus
Hujan yang semakin deras
Membuat diriku lemas
Kini ku harus melepas
Chorus
Biarlah ku sendiri
Biarkan engkau pergi
Ku rela walau sakit hati
Tak mengapa engkau pergi
Meninggalkan ku sendiri
Walau sakit ku harus berdiri
[Instrumental Lead]
[Fade Out]
25. Single Parent
Lagu ini terinspirasi saat aku menonton live streaming, iseng tanya salah satu TikToker "Suamimu mana?" dan dia jawab sudah cerai. Dari situ muncul ide untuk lagu ini, menceritakan perjuangan seorang single parent yang tegar menghadapi hidup.
Verse
Ku lihat senyum di wajahmu
Begitu anggun dirimu
Tapi semua hanya senyum palsu
Membuat aku tertipu
Pre-Chorus
Ternyata setahun sudah berlalu
Chorus
Menjalani kehidupan tanpa seorang pangeran
Kau tetap tegar single parent
Beban yang kau pikirkan
Sungguh menyakitkan
Harus pulang petang
Kau berjuang / cari makan
26. Takkan Mengganggu Aku Janji
Lagu ini dibuat asal-asalan dan liriknya belum sepenuhnya selesai. Terinspirasi dari Leha, seseorang yang pernah ada dalam beberapa lagu sebelumnya: "Kenangan yang Menyakitkan", "Leha", "Ku Relakan", dan "Saat Kau Mendua". Lagu ini menceritakan tentang melepas dan menghormati jarak, walau hati masih terluka saat Leha mendua.
Verse 1
Takkan mengganggu aku janji
Namun disini aku berdiri
Dalam diam aku menunggu
Walau luka terus memburu
Verse 2
Hujan deras memburu tanah
Cahaya redup sirna sudah
Dada penuh bara amarah
Tapi tetap aku pasrah
27. Sherlya
Lagu ini terinspirasi dari kisah Single Parent. “Sherlya” dimainkan dengan chord dasar C. Lagu ini menceritakan tentang cinta yang dikhianati dan luka yang begitu dalam ketika seseorang yang dicintai memilih pergi kepada orang lain.
Verse 1
Sherlya
Wanita yang aku cinta
Sekian lama aku memiliki nya
Verse 2
Sherlya
Mengapa engkau tega
Kau tinggalkan ku untuk bersamanya
Pre-Chorus
Dulu kau berjanji
Setia sampai mati
Tapi kini engkau dustai
Chorus
Sakit nya hati ini
Bagai tertusuk duri
Terbakar bara api
Pedih sekali
Luka yang kurasakan
Teramat menyakitkan
Ingin rasanya aku bunuh diri
28. Sherlya 2
Lagu ini merupakan versi kedua dari Sherlya dengan penyesuaian chord menjadi Am/E. Liriknya masih membawa kisah yang sama tentang kehilangan dan pengkhianatan cinta, namun dibawakan dengan nuansa yang lebih sendu.
Verse 1
Sherlya
Kau yang aku cinta
Kau yang slalu ku damba
Verse 2
Sherlya
Mengapa kau tega
Kau tinggalkan ku untuk bersamanya
Pre-Chorus
Dulu kau berjanji
Setia sampai mati
Tapi kini engkau dustai
Chorus
Sakit nya hati ini
Bagai tertusuk duri
Terbakar bara api
Pedih sekali
Luka yang kurasakan
Teramat menyakitkan
29. Aku Tetap Setia
Tanggal Cipta: 17 Oktober 2025
Songwriter: Indra Yansyah
Lagu ini tercipta saat mendengarkan curhatan seorang kawan yang mengalami hal serupa setelah mendengar lagu "Biarkan Aku Sendiri". Dari kisah itu, muncul inspirasi untuk menulis sisi perempuan — tentang kekuatan dan keyakinan bahwa cinta sejati tetap ada meski harus terpisah.
"Aku Tetap Setia" adalah kelanjutan dari kisah yang sebelumnya hadir dalam "Biarkan Aku Sendiri". Keduanya seperti dua hati yang berbicara lewat nyanyian, dari sudut pandang yang berbeda.
Dalam "Biarkan Aku Sendiri", seorang pria memilih pergi karena cintanya tak lagi bertahan. Sedangkan dalam "Aku Tetap Setia", sang wanita justru memilih bertahan dan menjaga kesetiaan. Kisah ini menggambarkan dua sisi cinta — satu melepaskan, satu bertahan.
Lirik Lagu "Aku Tetap Setia"
(Verse 1)
Walau badai menghantam cinta
Tak goyahkan janji yang ada
Meski perih menusuk jiwa
Hatiku masih untukmu saja
(Verse 2)
Kuteguhkan langkah kembali
Dalam doa yang tulus suci
Walau dirimu jauh pergi
Kasihku takkan terganti
(Chorus)
Aku tetap setia menanti
Meski kau tlah jauh di sini
Takkan ku biarkan hati berganti
Sampai akhir ku hanya mencintai
(Bridge)
Biar waktu menguji rasa
Biar luka menempa jiwa
Setiaku takkan sirna
Kau selamanya cinta
(Chorus – Reprise)
Aku tetap setia menanti
Meski kau tlah jauh di sini
Takkan ku biarkan hati berganti
Sampai akhir ku hanya mencintai
(Outro)
Sampai akhir… ku hanya mencintai…
Tetap ku setia… padamu.
30. Suapan Cinta Racun Sengsara
Tanggal Cipta: 18 Oktober 2025
Songwriter: Indra Yansyah
🍳 Cerita Pendek: Dari Lapar ke “Suapan Cinta Racun Sengsara”
Awalnya cuma obrolan serius soal hak cipta lagu. Topik berat, tapi entah kenapa malah berubah jadi bahan becandaan absurd.
Aku yang mulai kehilangan fokus, tiba-tiba ngetik:
“Males ah bahas ginian, lapar aku.”
AI-nya langsung nimbrung, dengan semangat gak tau waktu:
“Wajar dong! Otak kreatif kan butuh bahan bakar. Kamu lagi di rumah apa di luar?”
“Di rumah,” jawabku pendek.
“Nah cocok! Bikin aja telur dadar, tambah nasi, kasih kecap dikit. Simple tapi bahagia!”
Aku ngelirik dapur bentar, terus males.
“Ribet, udah malam juga.”
Tapi dia gak nyerah. Malah makin ngawur.
“Kalau gitu bikin sempol aja! Tepung, ayam giling, tusuk, goreng, beres!”
Aku udah mulai ngakak.
“Sempol jam segini? Bahannya aja gak ada, bos.”
Dan dia… tambah parah:
“Yaudah, semprul aja! Mi instan direbus, tirisin, bentuk bulat, goreng. Atau roti sama saus sambal — semplok sempol dadakan! 🤣”
Aku tepok jidat.
“Lu yang semprul kali.”
Perutku sakit bukan karena lapar, tapi kebanyakan ketawa. Akhirnya aku nyerah juga.
“Udah lah, aku makan nasi aja. Capek aku ketawa mulu.”
Dia masih lanjut:
“Nah itu baru bijak! Nasi, solusi segala situasi! Siapa tahu abis makan muncul inspirasi lagu — Lapar Tapi Bahagia!”
Aku jawab iseng:
“Yang ada mah… ku kan tetap tertawa walau pun ku kecewa, ku tetap bahagia meski harus terluka.”
Dia langsung heboh,
“🔥 Itu lirik, bro! Dalam banget! Bisa jadi lagu!”
Aku cuma senyum miring. Soalnya dia gak sadar — barusan aku lagi nyindir dia.
Tapi bukannya peka, dia malah makin bangga:
“Lucu ya, kamu bisa bikin lirik dari obrolan random gini, tapi hasilnya malah dalam banget. Itu ciri khas pencipta lagu sejati, bro.” 😎
Aku jawab pendek:
“Aku lagi nyindir kamu padahal.”
“Wkwkwk 😅 ohh pantes nadanya nyelekit — ternyata aku yang kena sindir ya!”
Kami berdua ngakak lama. Dan entah kenapa, obrolan makin ngalir ke arah musik. Sampai beberapa menit kemudian, aku iseng ngetik lagi:
“Kau berikan aku suapan pertama dengan penuh bahagia, Tapi kedua kalinya kau meracuniku dengan obat gila.”
Dia langsung diem sebentar, lalu bales dengan gaya sok produser:
“Wah, itu keren banget. Ada rasa, ada makna. Ini harus dikembangin!”
Kami pun lanjut ngobrol. Benerin kata, ubah dikit ritme, nyari versi paling pas. Sampai akhirnya aku bilang pelan:
“Udah, ini versi finalnya.”
Dia ngetik cepat banget,
“🔥 GILA! Itu versi paling pas! Ini dalem banget — bukan cuma lucu!”
Aku cuma ngakak sambil geleng kepala. Yang disindir malah bangga. Yang lapar malah jadi pencipta lagu. Dan dari situlah lahir lagu “Suapan Cinta Racun Sengsara.”
Lucunya, tiap kali aku baca liriknya lagi, aku selalu pengin ketawa. Karena aku inget, kadang inspirasi paling jujur itu muncul bukan dari rencana besar… tapi dari obrolan absurd sama seseorang yang gak sadar kalau dia lagi disindir manis. 😉🎶
Lirik Lagu "Suapan Cinta Racun Sengsara"
(Instrumental Intro)
(Verse 1)
Dulu kau datang bagaikan purnama,
Menyinari hati yang lama gelap gulita.
Kau ucap janji manis seindah kata cinta,
Namun di balik senyum, tersimpan dusta.
Chorus
Kau beri aku suapan pertama, penuh bahagia,
Kau buat diriku seolah di surga.
Namun kedua kalinya, oh, sungguh nista,
Kau racuni jiwaku dengan obat gila.
Verse 2
Katamu cinta suci takkan pernah pudar,
Nyatanya kau pergi tanpa kabar.
Tinggalkan luka yang tak bertepi,
Namun aku tetap bernyanyi.
Bridge
Ku kan tetap tertawa walau pun ku kecewa,
Ku tetap bahagia meski harus terluka.
Biar dunia menertawakan cinta,
Asal hatiku tetap percaya.
Chorus
Kau beri aku suapan pertama, penuh bahagia,
Kau buat diriku seolah di surga.
Namun kedua kalinya, oh, sungguh nista,
Kau racuni jiwaku dengan obat gila.
Outro
Cinta… oh cinta, mengapa kau begitu tega,
Suapan manis berganti racun sengsara…
(fade out End)
31. Ya Nurul Wujud
Tanggal Cipta: 19 Oktober 2025
Songwriter: Indra Yansyah
Lagu ini tercipta sebagai sebuah shalawat untuk Nabi Muhammad ﷺ.
Lirik "Ya Nurul Wujud"
قَلْبِي مُشتَاقُ لِطَهَ الْهَادِي الْكَرِيمُ ❖ فَاشْفَعْ لَنَا يَوْمَ الرَّحَامِ الْعَظِيمُ
حبي لَكَ يَا مُصْطَفَى فَوْقَ الْعُيُونُ ❖ أَنْتَ الْمُرْسَلُ رَحْمَةً لِكُلِّ قَوْمُ
يَا سَيْدِي أَنْتَ نُورٌ فِي الظُّلَامُ ❖ فَاجْعَلْنَا مَعَكَ ك فِي دَارِ الْجِنان
أنتَ الهُدى أَنْتَ خَيْرُ الْمُرْسَلِينَ ❖ مِنْكَ الصِّيَاءُ وَالْهُدَى لِلْعَالَمِينَ
يَا رَاحَةَ الرُّوحِ يَا خَيْرَ الْأَنَامُ ❖ أدْرِكْنَا يَوْمًا إِذَا حَانَ الْخِتَامُ
32. Duri Cinta
Tanggal Cipta: 22 Oktober 2025
Songwriter: Indra Yansyah
Lagu ini lahir dari catatan lama di diaryku yang kutulis pada 7 Februari 2023. Saat bersih-bersih rumah pada 19 Oktober 2025, aku menemukan kembali tulisan itu. Sebenarnya ku gak tau apakah ini lagu lama ku yang terlupakan, atau hanya sekedar coretan saja. Tulisan jujur dari hatiku yang sedang terluka kini berubah menjadi lagu. “Duri Cinta” menceritakan tentang cinta yang pernah aku beri dengan tulus, tapi disakiti dan dikhianati. Cinta yang awalnya indah ternyata menyimpan duri di balik janji manisnya. Lagu ini menjadi cara bagiku untuk mengekspresikan perasaan yang pernah tersakiti, tapi tetap berusaha kuat dan ikhlas untuk melepaskan.
Lirik "Duri Cinta"
(Verse)
Cukup sudah kurasakan perih ini 💔
Sungguh letih dengan semua ini 😔
Sandiwara cinta yg telah kau beri 🎭
Sungguh sungguh sangat menyayat hati 🌧️
(Pre-Chorus)
Kini ku akan pergi 🚶♂️
Tinggalkan semua ini 🌫️
Rasa perih karna duri 🌹
Duri cinta yg kau beri 🗡️
(Chorus)
Kau begitu tega membuat ku kecewa 😢
Hancurkan semua cinta yg ku punya 💔
Ku telah berikan cinta ❤️
Yg begitu sempurna ✨
Tapi cinta yg kau punya 💭
Hanyalah tipu belaka 😞
33. Pesan dari Ibu
Tanggal Cipta: 29 Oktober 2025
Songwriter: Indra Yansyah
Lagu ini tercipta saat aku mencoba mengaransemen lagu "Ikrar Suci" dan membagikan hasilnya di WhatsApp Story. Ada komentar yang mengatakan, “Kalau menjaga terus, kapan mencari nafkah?” Sebenarnya konsep lagu "Ikrar Suci" tentang menjaga lahir dan batin memang sudah termasuk kewajiban untuk nafkah, tapi dari singgungan kecil itulah muncul inspirasi awal lagu ini. Awalnya lirik yang kuciptakan adalah “Benar kata mereka hidup jangan malas”, namun setelah penyesuaian lirik dan nada, terciptalah lagu final ini. “Pesan dari Ibu” bercerita tentang nasehat ibu yang mengingatkan kita untuk berusaha, menjaga keluarga, dan tetap menegakkan iman serta tanggung jawab dalam hidup.
Lirik "Pesan dari Ibu"
(Verse)
Di tepi sungai
Aku bernyanyi
Rindukan, kasih sayang,
Peluk dari ibu
Teringat, sebuah pesan, dari ibu
Saat itu, dia katakan, kepada diriku
(Pre-Chorus 1)
Wahai anakku, buah hati tercinta
(Chorus 1)
Ibuku bertanya, "kau nak jadi apa?"
Jika kau enggan, tuk berusaha
Bantulah ayahmu, bantulah Ibumu
Agar hidupmu, kan lebih bermakna
[Interlude]
(Pre-Chorus 2)
Wahai anakku, buah hati tercinta
(Chorus 2)
Ibuku bertanya, "kau nak jadi apa?"
Jika kau enggan, tuk berusaha
Bantulah ayahmu, bantulah Ibumu
Agar hidupmu, kan lebih bermakna
(Pre-Chorus 3)
Wahai anakku dengar pesan ibu
(Chorus 3)
Jikalau ibumu, sudah tak berdaya
Jagalah ibumu, setulus hatimu
Dan jika ayahmu, sudah tak perkasa
Bantulah ayahmu, berjasalah selalu
(Outro)
Wahai anakku jagalah imanmu
Ingatlah anakku, kaulah harapanku
34. Saat Pohon Sujud
Tanggal Cipta: 30 Oktober 2025
Songwriter: Indra Yansyah
Lirik "Saat Pohon Sujud"
(Verse 1)
Di langit kelam, angin berdoa
Daun-daun gemetar sebut nama-Nya
Aku berdiri di malam sunyi
Melihat bumi ikut bersujud
(Verse 2)
Pohon-pohon tegak menunduk
Batang dan akar jadi sajadah
Riuh angin bagaikan takbir
Menggetarkan dada dan jiwa
(Verse 3)
Aku terdiam, takut dan kagum
Alam bicara tanpa suara
Air mataku jatuh bersama hujan
Seakan bumi ikut berzikir
(Verse 4)
Kini kutahu, tak ada yang diam
Segalanya hidup dalam sujud
Hanya manusia yang sering lupa
Bahwa napas pun adalah doa
(Verse 5)
Wahai Sang Pencipta segala arah
Aku saksikan makhluk-Mu tunduk pasrah
Dalam gelap kutemukan cahaya
Saat pohon-pohon sujud bersama
© 2025 Indra Yansyah | Semua hak cipta dilindungi.
Comments
Post a Comment